Star Energy Tampilkan Kecanggihan Teknologi Proyek Binary Salak di DIIGC
Star Energy Geothermal menampilkan keunggulan teknologi dalam pengembangan pembangkit Binary Salak pada sharing sessionDigital Indonesia International Conference 2021 yang dihadiri sekitar 1.000 peserta.
Bapak Suharsono Darmono, Deputy Chief Power Plant Operations Officer menjelaskan pada sharing session yang dilaksanakan pada Kamis (23/9), teknologi Binary ini memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya, meminimalkan footprint di lahan konservasi karena memanfaatkan right of way yang sudah ada, dapat mengekstraksi panas dari hot brine untuk diinjeksi ke sumur Awi-18, dan dapat memanfaatkan pipa brine yang ada dari WPS ke AWI-18 untuk pemanfaatan brine di pembangkit Binary.
“Keunggulan lainnya adalah pembangkit Binary mengurangi kompleksitas dalam fabrikasi dan instalasi, salah satunya meminimalkan rotating parts, mengurangi pemanfaatan listrik untuk pemakaian sendiri, dan memerlukan perawatan yang lebih sedikit,” jelasnya.
Ikut menjadi pembicara di sesi yang sama adalah Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim, CEO Supreme Energy Nisriyanto dan Chief TechnicalOfficer KS Orka Riza Pasiki.
DIIGC 2021 yang merupakan agenda tahunan Asosiasi Panas Bumi Indonesia dan untuk kali kedua dilaksanakan secara daring dibuka pada 21 September, dengan dihadiri Arifin Tasrif, Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, Menteri BKPM, dan Hammam Riza, Kepala BPPT. DIIGC berlangsung hingga 24 September 2021.
Star Energy Geothermal merupakan sponsor Gold di DIIGC 2021 yang beragendakan Virtual Convention, Virtual Technical Paper Session, dan Virtual Field Trip ke Muara Laboh dan New Zealand. Selain itu, DIIGC juga menayangkan secara daring virtual booth yang bisa diakses para peserta dari berbagai perusahaan dan kontraktor panas bumi, termasuk Star Energy. Di virtual booth ini, Star Energy menampilkan program-program pengembangan masyarakat dan keunggulan operasi dari tiga lokasi, yaitu Salak, Darajat dan Wayang Windu.
Dadan Kusdiana, Dirjen EBTKE Kementrian ESDM menyampaikan pada pembukaan DIIGC, Pemerintah Indonesia optimis mampu berkontribusi maksimal dalam menyelesaikan komitmen terhadap adaptasi perubahan iklim sesuai Paris Agreement. “Dengan percepatan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan dengan menerapkan Nationally Determined Contribution (NDC) sekaligus berusaha mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).”
Sementara itu, Prijandaru Effendi, Ketua INAGA menjelaskan bahwa pemangku kepentingan panas bumi telah berkolaborasi memulai inisiatif baru untuk mencari terobosan khususnya dibidang teknologi agar energi panas bumi dapat berperan serta menjadi andalan dalam transisi energi.
“Dimana teknologi baru yang lebih advance diharapkan dapat memberikan cost effectiveness dalam pelaksanaan eksplorasi termasuk pengeboran sumur-sumur serta menekan biaya pembiayaan pengembangan panas bumi, sehingga harga dari listrik panas bumi bisa lebih kompetitif.”
DIIGC 2021 dilaksanakan dengan tujuan menjadi forum untuk mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi demi meningkatkan serta mempercepat pengembangan di industri panas bumi di Indonesia.
>
Key Contacts
Policy, Government & Public Affairs
Star Energy Geothermal
Wisma Barito Pacific II
17th - 21st Floor
JI. Let. Jend. S. Parman Kav. 60
Jakarta 11410, Indonesia
Phone : +62-21-29180800,
+62-21-85220300
Fax : +62-21-29180508
show shortcuts
alt
+
shift
+
k
Save
Update available: Click to download